Coconut Jam untuk Pemanis Coconut Yoghurt

Setelah berhasil bikin yoghurt sendiri di rumah, eksperimen naik level ke susu lain selain olahan sapi. Kebetulan susu keliling ga lewat-lewat dan saya sudah dua hari kehabisan yoghurt, maka meluncur ke tukang sayur dekat rumah dan beli santan 1 liter, fresh squeezed. Iya, santan.
image

Sambil harap-harap cemas dan langsung bikin 1 liter, kalau gagal mau dibuat mandi aja, sekarang saya bisa dengan lantang bilang “siapa bilang bikin yoghurt pakai santan, ngga bisa?” Hahahaha. Karena percobaannya berhasil, pemirsa!
image
Meskipun saya lupa dan menyebabkan waktu fermentasi terlewat jauh dari 8jam, tapi hasilnya jadi sebuah pencapaian dan pembuktian walaupun rasanya sangat khas santan yang asam namun bukan basi.
image

Beda dengan susu sapi, yoghurt santan ini hasilnya creamy agak kental tapi terasa ringan di lidah plus agak berminyak after tastenya. Jika didiamkan, cairan dan creamnya terpisah. Jadi sebelum dikonsumsi harus diaduk/ kocok dulu.
image

Untuk menguatkan rasa khas kelapanya yang terlanjur terlalu asam, saya gunakan Javara Organic Coconut Jam sebagai pemanis. Hasilnya jauh lebih nyaman di lidah saya, mengurangi rasa asam dengan manis karamel kelapa yang lembut alami. Javara Organic Coconut Jam ini terbuat dari santan kelapa utuh yang dipadukan dengan gula kelapa/gula semut/ gula nira yang terkaramelisasi dengan baik. Saya sudah coba jadikan selai roti bebas gluten juga dan paduannya unik dan enak. Familiar lah di lidah saya, terutama karena saya penyuka kelapa, makanya jualan klappertaart kan? Heuheuheu.

image

Coconut Yoghurt
By Ade Sri, Goodiebake.com

Yield: 1 liter

Ingredients
1 liter santan kelapa segar, saya belum coba versi karton, silakan kalau ada yang mau berbagi pengalaman, blogger lain, The Kitchn sudah coba pakai coconut cream
60 gram bakteri yoghurt, saya pakai merk Biokul warna biru, beli di supermarket
1-2 sdm Javara Organic Coconut Jam

Directions
Cara pembuatannya sama dengan versi susu sapi, di sini ya.

Saran saya, karena Javara Organic Coconut Jam ini kental sekali, sebaiknya pengaplikasian pemanisnya dilakukan ketika santan masih panas sehingga lebih mudah larut. Coba sedikit-sedikit sampai dapat rasa manis yang diinginkan ya.

Info Produk dan Kontak Javara Indonesia
image

Murah Meriah, Bikin Yogurt Sendiri di Rumah

Ini adalah resolusi ecomom saya sejak abad ke 20 yang baru dieksekusi hehehe. Awalnya saya pikir akan sulit dan ribet dalam pembuatannya adalah hal yang selama ini memperlambat saya memulainya, ternyata mudah dan murah.
image

Idenya berawal dari kakak ipar, karena saya selalu beli yogurt minimal 1x seminggu yang bisa dihabiskan Ammar dalam waktu 3 hari. Setelah terbiasa bikin sendiri, dijamin ngga mau beli lagi deh. Yogurt buatan sendiri hasilnya lebih kental dan krimi, juga tanpa bahan aditif dan dapat menghemat sampai 20 ribu per minggu.

Mari kita hitung. Yogurt merk tertentu yang biasa saya beli, harganya 36 ribu per liter. Kalau bikin sendiri, susu murni keliling yang biasa saya beli, harganya 10 ribu per liter ditambah yogurt biang sekitar 6 ribu (cukup 1x beli). Total 16 ribu. Selisih antara 36 dan 16 adalah 20ribu. Kalau susunya UHT tawar versi karton, harganya 15 ribu per liter, masih lebih hemat 15 ribu juga kan? Bonus rasa yang lebih meriah hehehe.
image

Yoghurt atau yogurt, adalah susu yang dibuat melalui fermentasi bakteri. Fermentasi gula susu (laktosa) menghasilkan asam laktat yang berperan dalam protein susu untuk menghasilkan tekstur seperti gel dan aroma unik pada yoghurt. Yoghurt dibuat dengan memasukkan bakteri spesifik (Lactobacillus delbrueckii subsp. bulgaricus) ke dalam susu di bawah temperatur yang dikontrol dan kondisi lingkungan yang kemudian merombak gula susu alami dan melepaskan asam laktat sebagai produk sisa. Keasaman yang meningkat (pH 4-5) menyebabkan protein susu menjadi padat.**

Yoghurt kaya akan protein, beberapa vitamin B, dan mineral yang penting. Yoghurt memiliki lemak setara dengan susu yang menjadi bahannya. Yoghurt bisa dikonsumsi orang yang alergi terhadap susu karena struktur laktosa yoghurt telah dirusak oleh bakteri. **

Susu yang digunakan selain susu sapi adalah, kerbau (di Sumatera Barat disebut dadiah/dadih), kambing, bahkan kedelai dan santan. Di negara lain, yogurt dan minuman fermentasi ini punya nama lain seperti curd (Bangladesh, Pakistan), labneh (Lebanon), lassi (India) dan kefir (Kaukasia).

Yang saya tahu, yogurt adalah minuman probiotik yang baik untuk pencernaan, tapi ternyata banyak manfaat lainnya, cek http://manfaat.co.id/manfaat-yoghurt ya.

(**sumber: wikipedia)

Homemade Yoghurt
By Ade Sri, Goodiebake.com
Yield : 1 liter

Ingredients
Bahan:
1 liter susu tawar UHT, full cream untuk hasil yang kental atau low fat untuk hasil lebih cair
60 gram kultur bakteri Lactobacillus delbrueckii subsp. bulgaricus, saya pakai merek Biokul warna biru, beli di supermarket
1-2 sdm pemanis favorit sesuai selera

Alat:
Panci stainless
Whisker atau sendok kayu
Gelas kaca/plastik bertutup kedap, sterilkan – tuang air panas ke dalamnya, diamkan lalu buang atau rebus lalu keringkan
Handuk kering

Directions
Tuang susu ke dalam panci, panaskan dengan api sedang sampai permukaan pinggir mulai berbuih, jangan sampai mendidih (85°C). Proses ini akan memisahkan protein susu sekaligus mensterilkan dari kemungkinan kontaminasi bakteri jahat.

Angkat dan diamkan sekitar 20 menit untuk menurunkan susu ke suhu tubuh, sekitar 41°C. Saya tes dengan mencelupkan punggung jari ke permukaan susu. Bila tidak terasa “sakit”, artinya susu sudah siap dicampur bakteri.

Masukkan bakteri dan aduk rata dengan lembut karena kita sedang memberi makan bakteri hidup.

Tuang campuran susu ke gelas-gelas kaca/ plastik yang sudah disterilkan. Selanjutnya saya jarang mensterilkan, tapi hasilnya baik-baik saja.

Bungkus gelas dengan handuk/ kain kering.  Bakterinya senang di tempat gelap dengan suhu hangat yang terjaga.

Simpan di microwave/ oven/ lemari baju atau tumpukan laundry kering selama 7 jam tanpa diganggu. Semakin lama proses fermentasi, rasanya akan semakin asam. Biasanya saya buat pagi hari untuk dipanen malamnya.

Ketika panen, sisihkan sebagian yogurt untuk pembuatan berikutnya. Saat itu, saya baru tambahkan pemanis favorit atau vanilla extract, sesuai selera. Kemudian dinginkan di lemari es untuk dinikmati sebelum tidur.

Jika terdapat warna pink, abu atau kuning pada permukaan yogurt, artinya terkontaminasi dengan bakteri lain. Jangan dikonsumsi ya.

Cegah Penyakit Mulut, Migrain dan Dapatkan Manfaat Kesehatan Ini dengan Oil Pulling!

Sejak November – Desember 2015 lalu saya memulai Coconut Oil Pulling setiap bangun tidur selama 15-20 menit dan seketika itu juga mengeluarkan dahak, mulut terasa lebih bersih dan segar, gigi jadi mengkilat dan esoknya saya lupa pernah migrain. Kalau putih sih, engga juga buat gigi saya, karena sejak kecil sudah terpapar antibiotic, tapi terasa segar aja gitu. Saya lakukan Oil Pulling ini ketika mandi, setiap hari, yang kini kebiasaan serupa diikuti suami, 1-2x seminggu.

Pertama kali saya melakukan teknik Oil Pulling ini rasanya rahang mau copot dan mulut pegal hahaha, tapi besoknya mulai terbiasa, 20-minute is a piece of cake! Jadi, kalau badan saya mulai ngga enak atau mulai batuk, saya lakukan ini aja di pagi hari.

home remedy baking soda coconut oil turmeric powder

Apa dan Kenapa?
Oil Pulling adalah ritual kuno Ayurvedic di India yang dipercaya dapat meningkatkan kesehatan tubuh dan menurut saya terbukti dapat mengurangi beberapa keluhan secara instan. Oil Pulling adalah teknik kumur dengan 1-2 sendok minyak murni jenis peras dingin (cold press) kualitas baik, disarankan organik. Metode ini dipercaya dapat menghilangkan racun dalam tubuh, membuat kita lebih sehat dan segar. Tujuan utamanya adalah untuk membuang bakteri, jamur, dan mikroorganisme yang merugikan dari mulut, gigi, dan tenggorokan. Selain menghilangkan plak dan bakteri, oil pulling juga bermanfaat antara lain memutihkan gigi, napas yang lebih baik, mengurangi sakit kepala, kulit lebih cerah, dan meningkatkan energi.

Zat lipid yang terkandung pada minyak bekerja untuk menyerap bakteri dan mencegah bakteri menempel di dinding mulut. Emulsifier dan minyak sayur meningkatkan proses saponifikasi (pembentukan sabun), sehingga kita akan merasa seperti membersihkan mulut dengan sabun. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa melakukan Oil Pulling secara berkala dapat mengurangi jumlah Streptococcus mutans, yaitu bakteri yang sering menyebabkan berbagai macam penyakit mulut dan merupakan penyebab utama kerusakan gigi, plak gigi, gingivitis dan gigi berlubang. Asam laurat pada minyak murni juga dapat mengeluarkan toxin dari tubuh melalui mulut karena memiliki zat antioksidan dan vitamin E yang tinggi yang dapat menghambat penyerapan kolesterol jahat pada hati.

Oil-pulling-revised

Bagaimana melakukan Oil Pulling?
Siapkan botol kecil berisi minyak (saya pakai Javara Coconut Cooking Oil), simpan di laci alat mandi di kamar mandi tentunya. Pagi, bangun tidur, perut kosong, adalah waktu terbaik untuk Oil Pulling karena saat itu tubuh sedang membuang toxin.

Ambil 1 sdm minyak, saya tuang ke mulut aja, lalu mulai kumur, atas-bawah, kanan-kiri, keluar-masuk gigi depan-kanan-kiri selama 15-20 menit, TIDAK LEBIH. Minyak akan bercampur dengan air liur, menjadi kental dan seputih susu. Waktu sangat menentukan proses peluruhan plak dan bakteri yang jika lebih dari 20 menit, toksin dan bakterinya akan diserap balik oleh tubuh.

Buang minyak ke tempat sampah, atau plastik, lalu ikat dan buang. Jangan tertelan, jangan dibuang di wastafel atau saluran air karena minyak akan membeku dan menyumbat, juga karena minyak sudah penuh dengan toksin dan bakteri yang sudah dikeluarkan dari tubuh.

Kumur dengan air hangat untuk membersihkan sisa minyak dari mulut lalu gosok gigi seperti biasa, terkadang saya menggunakan baking soda saja tanpa pasta gigi, atau bikin pasta gigi dari coconut oil, baking soda dan bubuk kunyit hihihi. Sedang berusaha mengurangi pemakaian kimia dari produk untuk tubuh hehehe, berusaha, tapi tidak selalu berhasil tutup muka.

Minyak apa yang dipakai?
Minyak kelapa adalah preferensi saya karena rasanya yang sudah dikenal lidah, namun minyak biji matahari, wijen dan extra virgin olive oil juga sama baiknya, yang penting kualitasnya baik, kalau perlu organik. Bisa gonta-ganti untuk mendapatkan manfaat berbeda dan mencari yang paling paling cocok untuk diri masing-masing ya. Saya pilih minyak kelapa dari Javara, selain rasanya sudah netral karena proses vakum, cold-press dan tanpa pemutih, saya juga bisa pakai untuk membuat kue, memasak, dressing salad dan Oil Pulling. Multifungsi!

javara coconut cooking oil

Saran & Peringatan.
Jangan tertelan.
Jangan buang sembarangan.
Lakukan pagi hari, sebelum makan-minum. 20 menit saja.
Silahkan rasakan manfaatnya sendiri ya, share dan mention ke saya kalau perlu 🙂
Ga puas dengan artikel ini? Googling!

Sumber gambar:
http://www.top10homeremedies.com/news-facts/ancient-practice-oil-pulling-can-boost-health.html

Info Produk dan Kontak Javara Indonesia
image